Halaman

Translate

Sabtu, 10 November 2012

Eco Mobility

Peserta IIMS 2012 Tampilkan Tema Booth "Eco-Mobility"


(JAKARTA-Indonesia) Indonesia International Motor Show (IIMS) kembali digelar untuk ke-20 kalinya, pada tanggal 20-30 September mendatang, dengan mengangkat tema “Eco-Mobility”, yang mewakili gaya hidup masyarakat cerdas bertransportasi, serta mengutamakan teknologi ramah lingkungan.


Untuk memeriahkan acara ini, 35 merek mobil menampilkan booth serta kendaraan yang mewakili konsep “Eco-Mobility”.

Astra Daihatsu Motor untuk tahun ini mengusung tema “Best Friend of Life”, yang didominasi unsur air dan daun. Booth yang berlokasi di Hall A ini, rencananya akan menampilkan 15 unit kendaraan, mulai dari produk domestik, hingga kendaraan modifikasi, yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Sementara Toyota Astra Motor akan menampilkan booth bertema “Goodness for Tomorrow” di Hall D dan outdoor, yang menampilkan mobil dengan teknologi ramah lingkungan.


Booth dengan luas masing-masing 2,065 meter persegi dan 513 meter persegi ini, akan memamerkan 25 unit kendaraan, termasuk Toyota Kijang, Avanza, dan Innova, serta sejumlah kendaraan yang dimodifikasi khusus.
 
Sedangkan, BMW Group Indonesia akan menampilkan dua merek, yakni BMW dan MINI, dengan mengusung teknologi “efficient dynamics”, yang dilengkapi mesin diesel sehingga dapat mengurangi pemakaian bahan bakar dan emisi gas di saat bersamaan.







Mazda, akan menampilkan booth seluas 1,315 meter persegi, dengan tema futuristik yang sengaja didesain seperti Tokyo Motor Show 2011 silam. Rencananya, dalam booth yang berlokasi di Hall A ini, Mazda juga akan meluncurkan produk terbarunya, yakni Mazda Biante, serta mobil konsep dengan teknologi “skyactiv”, yang modelnya masih dirahasiakan.


Selain 4 merek yang telah disebutkan di atas, 31 merek lain yang akan berpartisipasi dalam ajang IIMS 2012, juga akan menampilkan sejumlah teknologi serta produk terbaru bertemaEco-Mobility.

Ketua Penyelenggara IIMS 2012 Johnny Darmawan dalam konferensi pers Kamis (06/09) di Hotel Mulia Senayan menyatakan, “Keseriusan APM dalam mendukung pameran jelas terlihat dari tema yang mereka hadirkan pada IIMS tahun ini. Semuanya membawa semangat yang sama yaitu semangat untuk bertransportasi dengan cerdas, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan efisiensi penggunaan bahan bakar serta semangat untuk memprioritaskan cara hidup yang mengutamakan kegiatan ramah lingkungan serta konservasi energi.”

Sementara Ketua Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) Sudirman M. R, juga memberikan tanggapan positif terhadap tema IIMS 2012, yang berkesinambungan melanjutkan tema tahun 2010 dan 2011, yakni Eco-Technology Motoring dan Sustainable Green Technology.


“Beberapa tahun ini, semakin banyak warga Indonesia yang peduli terhadap pelestarian lingkungan, dan mulai menggunakan produk ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Tema Eco-Mobility sangat cocok dengan kondisi warga Indonesia saat ini, dan kami yakin dapat mendatangkan pengunjung hingga 350,000 orang pada IIMS tahun ini,” ujar Sudirman.


IIMS 2012 diselenggarakan mulai tanggal 21-30 September 2012, di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai pukul 11.00-21.00 pada hari kerja dan 10.00-21.00 di akhir pekan

PT. Astra Daihatsu Motor (DAIHATSU)

Daihatsu mengusung tema “Teknologi Sahabat Bumi,” berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dengan terus melakukan inovasi menghasilkan mobil compact modern, dengan kapasitas sesuai kebutuhan masyarakat umum, hemat bahan bakar, dan rendah emisi gas buang serta harga yang terjangkau. Produk Daihatsu yang compact selalu selaras dengan lingkungan global. Daihatsu akan terus berinovasi untuk hidup harmonis dengan lingkungan yang lebih berkualitas. Daihatsu terus meningkat teknologi mesinnya untuk mengurangi emisi CO2 dan mengembangkan fuel cell untuk mencapai zero emission dengan  tahapan sebagai berikut:


1. Mesin teknologi “Eco-Idle
Mesin ini dilengkapi suatu sistem yang menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan meminimumkan keluaran gas CO2 serta efisiensi konsumsi bahan bakar.
2. Mesin teknologi “Active Ignition
Mesin ini menghasilkan pengapian yang lebih kuat sehingga penggunaan bahan bakar menjadi 30% lebih hemat dibanding mesin yang ada saat ini.
3. Mesin teknologi Fuel Cell
Mesinyang menggunakan teknologi ‘Alkali –Hydrazine Hydrate’(emisi air dan nitrogen serta zero CO2) sehingga lebih ramah lingkungan.

Minggu, 04 November 2012

General Motors Mulai Kembangkan Produksi Mesin Ecotec


General Motors produsen mobil berbasis premium, mengumumkan akan memulai produksi bahan bakar-efisien mesin 2.5 liter empat silinder Ecotec. General Motors mengadakan upacara untuk merayakan awal dari jalur perakitan mesin baru. Mesin diproduksi di sini adalah komponen kunci untuk sedan Chevrolet Malibu 2013 didesain ulang dan akan digunakan di kendaraan GM lain.
Untuk generasi mendatang, hemat bahan bakar mesin diproduksi di jalur perakitan baru di fasilitas Spring Hill, yang mengalami ekspansi dua tahun senilai $ 460.000.000 dan yang akan menghasilkan sekitar 500 lapangan kerja baru. "Ini lebih dari sekedar bagian penting dari organisasi manufaktur global GM. Ini juga merupakan bagian besar dari masyarakat setempat, "kata GM Manufaktur Manajer Arvin Jones.

General Motors, Mesin Ecotec, Chevrolet Malibu 2013,
Pabrik Saturnus akan melihat lagi produk baru start-up tahun ini, Chevrolet Equinox Crossover utility vehicle akan diproduksi mulai musim gugur ini. Kendaraan itu akan diproduksi di daerah perakitan kendaraan yang telah ditutup sejak produksi dari Chevy Traverse crossover yang dipindahkan ke Michigan pada bulan November 2009.
Produksi Equinox akan menambah 700 pabrik baru dan dua masa depan kendaraan menengah baru yang akan diproduksi di pabrik ini dan GM menolak untuk mengungkapkan, akan menambah ekstra 1.200 karyawan.

Toyota Gelar Eco Technology



Beberapa jam setelah kemenangan Spanyol atas Belanda pada piala dunia sepak bola 2010, Toyota mengadakan press conference dalam mengungkap apa saja yang akan ditampilkan Toyota Astra Motor di ajang Indonesia Internasional Motor Show 2010. Eco-technology menjadi semangat dan komitmen Toyota selama ini.

Filosofi bunga Dendalion diterjemahkan dalam desain booth yang dibagi berdasarkan life cycle bunga ini yang berujung pada penampilan sebuah kendaraan konsep masa depan. Dari total 19 unit kendaraan yang akan ditampilkan di booth selama pameran ini, FT EV II menjadi konsep masa depan kendaraan eco-technology menurut Toyota.

Selain itu, Toyota turut menghadirkan Prius generasi terakhir yang telah resmi dijual sejak IIMS 2009, yang tampil dalam bentuk bodi half cut. Toyota Alphard, Camry, Fortuner, Vios, Kijang Innova, Yaris dan Hilux, merupakan jajaran armada Toyota yang turut mengisi booth ini. Corola Altis terbaru pun akan turut dihadirkan di sini.



Sabtu, 03 November 2012

Ecotech Garden

EGA (Ecotech GArden)



Masalah lingkungan dari selokan terbuka grey water telah diatasi dengan Ecotech Garden (EGA) yang merupakan teknologi tepat guna sebagai alternatif untuk mengolah air selokan yang tercemar oleh grey water dengan memanfaatkan proses biologis dari tanaman hias air.  EGA diterapkan sejak tahun 2005, dengan cara membelokkan aliran selokan yang tercemar grey water yang ada di depan rumah ke pekarangan dari salah satu rumah di Kompleks Perumahan Bumi Asri Bandung. Unsur hara atau bahan pupuk tanaman (N, P dan K) yang terdapat didalam grey water telah menumbuhkan aneka tanaman hias air yang merupakan media dari EGA, sedangkan unsur pencemar lainnya (COD, Detergent, dsb) dapat berkurang karena diserap akar tanaman. Aplikasi EGA, selain menurunkan unsur pencemar, juga meningkatkan estetika lingkungan dengan tanaman bunganya yang beraneka ragam. Dengan kata lain, EGA berperan menjaga kelestarian sumber sumber air, seraya meningkatkan estetika lingkungan, dan bahkan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelolanya.

# Keunggulan EGA
  1. Menambah estetika lingkungan permukiman yang nyaman.
  2. Mengurangi pencemaran sungai, karena zat-zat pencemar seperti BOD, Total-N dan Total-P diserap oleh tanaman.
  3. Dapat menurunkan bau, dengan indikator dari penurunan kadar Amonia sebesar 50 % (semula 10,50 mg/L turun di outlet EGA menjadi 5,3 mg/L) sedangkan kriteria limbah domestik berbau minimal 6 mg/L (Arnold S.Vernik,1987)
  4. Tidak memerlukan biaya operasional yang mahal karena pengaliran air kotor menggunakan gaya gravitasi, bukan dengan pompa atau pipa.
  5. Dapat menambah pendapatan dari penjualan bibit bunga yang dihasilkan, yaitu ±Rp.219.000 per tahun,atau Rp.106.000,-per m2, walau harga cenderung menurun bila ada jenis tanaman hias baru.
  6.  Air sisa olahan dapat digunakan kembali, salah satunya untuk mengairi kolam ikan.
 # Kelemahan EGA 
  1. Perlu pemeliharaan ekstra di bagian aliran masuk (inlet), karena teknologi bangunan peninggi air, menjadi tempat berkumpulnya sampah

# Kriteria Desain

Ukuran luas EGA, dapat ditetapkan dengan menggunakan kriteria disain berikut ini:
A = Debit aliran (Q)/BP
Q = debil aliran dalam liter/menit
BP (beban permukaan) = 2.04 liter/menit/m2
Artinya: setiap liter per menit, memerlukan lahan untuk tanaman seluas ½ m2.

# Prinsip Kerja EGA

Pengaliran grey water ke EGA, dilakukan dengan cara memasang bendung di selokan, sehingga air dapat dibelokkan ke EGA.
Sistem EGA tersebut dapat dibangun di halaman rumah, atau taman taman yang ada di kompleks perumahan atau di bagian atas suatu situ atau danau alami.
EGA akan menyaring unsur - unsur hara (pupuk) yang terkandung didalam air , dan unsur bahan pencemar air lainnya. Unsur pupuk digunakan oleh tanaman untuk bertumbuh, sedangkan unsur pencemar, disaring oleh akar dan media penahan tanaman.
Air yang keluar dari EGA (sudah disaring secara biologis), dapat dialirkan kembali ke selokan dibagian hilir bendung, atau dialirkan ke waduk, dan sumber sumber air lainnya.
Karena bahan cemaran dalam air sudah berkurang, maka kualitas air yang dikembalikan ke selokan atau ke badan badan air lainnya, sudah lebih baik dari kualitas air sebelum melalui EGA.

 # Spesifikasi EGA Skala Rumah tangga:
1. Profil EGA:
     - Berbentuk saluran dengan Lebar 40 cm
     - Saluran didisain dengan debit 0,07 liter/detik atau setara dengan 4.2 liter/menit
    - Tinggi/kedalaman saluran adalah 45 cm (ambang bebas 7,5 cm, tinggi air 7,5 cm, lapisan tanah 10 cm dan lapisan kerikil 20 cm)
     - Dasar saluran : tanah
2. Tepi saluran ditembok agar tidak longsor dan untuk tujuan kerapihan

# Kinerja EGA Skala Rumah Tangga

Kinerja EGA bisa diketahui dengan membandingkan unsur pencemar di inlet dengan unsur unsur pencemar di outlet system.

# Peluang Replikasi EGA

Ada dua faktor yang memberikan peluang sangat besar untuk mereplikasikan EGA dalam berbagai bentuk. Pertama, Saat ini hampir semua grey water masih dibuang ke selokan tanpa diolah. Hal ini mengakibatkan tingginya tingkat pencemaran sungai sungai di Indonesia. Selain itu sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik terpusat yang dapat mengolah grey water dan black water hanya terbatas pada 11 kota besar, dengan cakupan pelayanan sangat rendah yaitu sebesar 2,5 juta jiwa, atau baru sekitar 1  % dari total penduduk Indonesia. Kedua, Indonesia terletak di khatulistiwa yang beriklim tropis, dimana kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman air, hal ini berlainan dengan negara yang mengalami empat musim dimana pada musim dingin ada kendala untuk tumbuhnya tanaman air.
EGA dapat dibangun pada kawasan pemukiman yang telah terbangun, maupun bersamaan dengan pembangunan suatu kawasan perumahan baru, atau disekitar (bagian Hulu) sumber sumber air seperti waduk, embung embung, situ situ, waduk waduk pengendali banjir di daerah perkotaan.
Apabila pengembang perumahan merancang penerapan EGA, selain dapat menghasilkan kawasan permukiman yang berwawasan lingkungan, juga sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli yang merupakan salah satu faktor pasar dan daya jual.
Implementasi EGA dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan pekarangan yang ada, pemilihan jenis tanaman sebagai media penyerap unsur pencemar tanaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misal jenis tanaman obat (jaringao), memiliki nilai ekonomi pandan (bahan baku kerajinan: topi, tikar, tas, dll), pembungkus nasi timbel (pisang brazilia), dsb.